Cegah Serangan Stroke di Usia Muda

Hingga saat ini banyak kalangan awam yang berkeyakinan, serangan stroke hanya bisa dialami oleh mereka yang berusia lanjut, di atas 60 tahun. Padahal kenyataan saat ini, adanya perubahan pola dan gaya hidup yang tidak sehat membuat yang berusia muda, 18-45 tahun pun berisiko terkena serangan stroke yang mematikan.

Dijelaskan oleh dr. Abdul Haris Prasetyo, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam, seperti halnya serangan stroke pada usia lanjut yang berujung pada kematian, serangan stroke pada usia muda pun bisa berisiko hal yang sama.

Serangan stroke yang menyerang usia muda biasanya dialami oleh mereka yang memiliki riwayat penyakit AVM (Arteriovenous Malformation). AVM merupakan kelainan bawaan yang terjadi pada pembuluh darah arteri dan vena (pembuluh darah arteri dan pembuluh darah vena lebih tipis dibandingkan pembuluh darah lainnya). Kelainan ini menyebabkan tumbuhnya gumpalan urat yang tidak normal di dalam otak.

Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi di usia muda pun bisa mengalami serangan stroke. Tekanan darah penderita hipertensi yang terlalu tinggi, misalnya di atas 200/140 mmHg, dapat memicu pecahnya pembuluh darah otak, terutama pembuluh darah kecil yang berdinding lebih tipis sehingga jaringan otak pun akan rusak dan memicu timbulnya beragam gejala stroke di usia muda.

Ditambahkan oleh dr. Ekky M. Raharja, MS, SpGK, dokter spesialis gizi, stroke yang menyerang usia muda ini juga bisa dipicu oleh gaya hidup tidak sehat. Misalnya kebiasaan menyantap makanan cepat saji, menyantap makanan berpengawet, kebiasaan menyantap makanan yang banyak mengandung kolesterol jahat seperti makanan bersantan, gorengan dan jeroan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *